Anggota Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat Indra menegaskan dokter tidak kebal hukum apabila terbukti melakukan kelalaian dan malapraktik terhadap pasiennya.
"Persoalan dokter Ayu kita lihat secara objektif, di satu sisi saya melihat ada solidaritas, di sisi lain apakah yang dilakukannya malpraktik atau tidak. Apabila ada kelalaian, maka harus ada (penegakan) hukum," kata Indra di Gedung DPR, Jakarta, Rabu.
Dia menilai apabila dokter Ayu menganggap apa yang dilakukan sudah sesuai prosedur maka lebih baik ajukan novum atau bukti baru yang sifatnya yuridis logis.
"Apabila ada malpraktik ya harus dihukum. Hukum bukan hanya ada niat, kelalaian juga perlu ada pidana," ujarnya.
Dia menegaskan tidak ada profesi yang kebal terhadap hukum dan kelalaian sengaja atau tidak harus ada pertanggung jawabannya.
Kondisi ini menurut dia merupakan momentum untuk mengkritisi semua kasus yang terjadi.
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Rabu, 27 November 2013
Jumat, 11 Oktober 2013
Paus Terdampar Karena Sonar
Seratus paus yang terdampar di Madagaskar ternyata diakibatkan sonar. Pada Mei hingga Juni 2008, sekitar seratus paus melon-headed (peponocephala electra) memasuki laguna Loza yang dangkal di barat daya Madagaskar dan akhirnya terdampar. Laguna Loza bukan lingkungan alami bagi paus bergigi yang biasanya hidup di samudera terbuka.
Tim ilmuwan menemukan ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan mamalia itu terdampar secara massal antara lain penyakit, racun, kapal besar, badai, dan bebunyian. Mereka menemukan untuk pertama kalinya mamalia terdampar massal karena adanya frekuensi tinggi dari sonar di laut.
Menurut temuan para peneliti, pada 29 Mei 2008 atau sehari sebelum peristiwa terdampar pertama, terdapat kapal besar yang menggunakan sistem multi-beam echosounder berkekuatan tinggi, 12kHz sekitar 65 kilometer di lepas pantai. Multi-beam sonar menghasilkan gelombang udara berbentuk seperti kipas di bawah badan kapal untuk membuat peta dasar laut.
Sonar 12kHz yang dipancarkan kapal besar itu merupakan berada dalam sensivitas pendengaran paus melon-headed. Tetapi, suara-suara yang berada tingkat 120 desibel ini berada jauh di atas ambang batas pendengaran paus itu. Para peneliti menyimpulkan sonnar mapping itu merupakan penyebabnya.
"Sistem sonar ini banyak digunakan kapal militer dan kapal riset untuk menghasilkan bathymetry (pemetaan bawah laut)," kata Howard Rosenbaum, direktur program Ocean Giant untuk Wildlife Conservation Society, melalui rilis yang dikutip oleh LiveScience.
"Kami harap hasil riset ini digunakan oleh industri, pengambil kebijakan,dan yang lainnya untuk mengurangi risiko dan untuk melindungi kehidupan laut, terutama spesies mamalia yang sensitif terhadap suara buatan manusia," tambah Rosenbaum.
Tim ilmuwan menemukan ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan mamalia itu terdampar secara massal antara lain penyakit, racun, kapal besar, badai, dan bebunyian. Mereka menemukan untuk pertama kalinya mamalia terdampar massal karena adanya frekuensi tinggi dari sonar di laut.
Menurut temuan para peneliti, pada 29 Mei 2008 atau sehari sebelum peristiwa terdampar pertama, terdapat kapal besar yang menggunakan sistem multi-beam echosounder berkekuatan tinggi, 12kHz sekitar 65 kilometer di lepas pantai. Multi-beam sonar menghasilkan gelombang udara berbentuk seperti kipas di bawah badan kapal untuk membuat peta dasar laut.
Sonar 12kHz yang dipancarkan kapal besar itu merupakan berada dalam sensivitas pendengaran paus melon-headed. Tetapi, suara-suara yang berada tingkat 120 desibel ini berada jauh di atas ambang batas pendengaran paus itu. Para peneliti menyimpulkan sonnar mapping itu merupakan penyebabnya.
"Sistem sonar ini banyak digunakan kapal militer dan kapal riset untuk menghasilkan bathymetry (pemetaan bawah laut)," kata Howard Rosenbaum, direktur program Ocean Giant untuk Wildlife Conservation Society, melalui rilis yang dikutip oleh LiveScience.
"Kami harap hasil riset ini digunakan oleh industri, pengambil kebijakan,dan yang lainnya untuk mengurangi risiko dan untuk melindungi kehidupan laut, terutama spesies mamalia yang sensitif terhadap suara buatan manusia," tambah Rosenbaum.
Selasa, 27 Maret 2012
karya Seni
Berkarya tak harus dengan fasilitas dan modal besar.Dengan sarana terbatas,kita bisa menciptakan sebuah karya seni yang bernilai jual tinggi. Seperti yang dilakukan Jansen selama ini.Dari sepotong kayu bekas dia bisa menciptakan karya seni yang indah dan bernilai jual tinggi, berupa patung wajah. Puluhan karya seni dari bahan kayu telah dihasilkan Kepala Sekolah SMP/SMA Methodist Medan sejak 10 tahun terakhir. Anehnya, meski banyak yang bersedia membeli dengan harga tinggi, Jansen hingga kini belum bersedia melepas hasil karyanya itu alias tidak dikomersilkan. “Barangnya tidak saya jual sama sekali. Saya lebih cenderung kepada menyalurkan hobi.Namun, tidak lepas kemungkinan ke depan bisa dikomersilkan,” katanya saat disapa di kediamannya,Jalan Pekong No 19 Medan Polonia.
Selama ini hasil pahatannya dalam bentuk patung itu sering diberikan kepada donatur ataupun penyumbang saat penggalangan dana sebagai ucapan terima kasih. ”Atau ada teman yang ingin membawanya untuk oleh-oleh, karena pahatan patung ini bentuknya kecil jadi mudah dibawa,”imbuhnya. Kegiatan Jansen ini berawal ketika dirinya melihat banyak bahan kayu yang terbuang sia-sia di pinggiran Kota Medan. Terlebih saat Dinas Pertamanan melakukan perawatan pohon, pasti banyak kayu yang terbuang percuma.
”Jadi saya berpikir untuk bisa menjadikan kayu tersebut menjadi karya seni yang berharga,”ucapnya. Pria kelahiran Padangsidimpuan 28 Mei 1965 ini mengatakan, hobinya memahat itu dilakukannya disela-sela waktu luang atau setelah selesai mengajar. Boleh dibilang awalnya hanya untuk kerjaan iseng. Meski begitu hasilnya boleh dibilang sangat memuaskan. Karya yang dihasilkannya juga terlihat unik dan menarik. Selain karena dilakukan secara otodidak, dalam proses pembuatannya Jansen tidak membuat rangka terlebih dahulu, layaknya seniman pemahat lainnya.
”Saat membuat suatu proses penciptaan dan saya berpikir, Tuhan menciptakan manusia sangat luar biasa dan begitu sempurna. Saya hanya membayangkan jika di dalam kayunya sudah ada bentuk dan bagian wajahnya. Saya hanya membuang bagian yang tidak penting dan akhirnya sudah menjadi suatu hasil,” tutur ayah tiga anak ini. Lantaran membuat dari bahan kayu yang diminta dari Dinas Pertamanan, wajar jika karya seninya didominasi oleh bahan kayu mahoni. Selain mahoni, Jansen menggunakan bahan kayu lain,seperti kayu jelutung dan kayu jati.Untuk karyanya ini, biasanya seni yang dipahat lebih kepada karakter wajah manusia dan pahatan hewan.
Biasanya,pembuatan pahatan ini membutuhkan kesabaran serta ketelitian. Jika dikerjakan dengan serius, paling tidak butuh sepekan untuk bisa menyelesaikan satu patung. Pembuatan patung ini dilakukan secara bertahap. Tahap pertama, Jansen membuat hidungnya sesuai bentuk wajah. Setelah itu baru pada bagian mulut dan matanya. Nah, pada bagian mata harus lebih hati-hati, karena di pupil mata yang terlihat lebih menonjol akan menghasilkan kesan lebih hidup. ”Kalau bagian mata dibuat rata tentunya akan terlihat kosong dan kurang bagus,”katanya.
Sebagai seorang pendidik, Jansen mengaku sangat senang jika hobinya ini dapat ditularkan kepada anak didik di sekolah yang dipimpinnya. Karena itu dia sering membawa karya seninya itu ke sekolah untuk memotivasi para siswa secaara langsung. Sayang, hingga kini belum satupun siswanya yang benarbenar mau mendalami seni pahat patung ini.
Langganan:
Postingan (Atom)